



03-Feb-2025 Others Admin 442
Bayangkan Ini...
Bayangkan kamu seorang mahasiswa yang sedang mencari pekerjaan di dunia digital. Setiap lamaran yang dikirimkan seolah-olah hilang tanpa jejak. Namun, ada temanmu yang selalu mendapatkan panggilan interview. Apa rahasianya? Ternyata, ia menggunakan data!
Dengan menganalisis tren lowongan kerja, kata kunci yang sering muncul di deskripsi pekerjaan, serta pola penerimaan di perusahaan tertentu, ia bisa menyesuaikan CV dan lamaran dengan lebih efektif. Inilah contoh nyata bagaimana data-driven membantu seseorang mengambil keputusan.
Hal yang sama juga berlaku di dunia bisnis. Bayangkan seorang manajer e-commerce yang harus menentukan produk mana yang harus dipromosikan bulan depan. Tanpa data, ia hanya menebak-nebak. Namun, dengan data penjualan, tren pencarian, dan kebiasaan belanja pelanggan, ia bisa menentukan produk dengan potensi keuntungan terbesar.
Tapi, sebenarnya apa itu data-driven, dan bagaimana cara menerapkannya?
Secara sederhana, data-driven berarti mengambil keputusan berdasarkan data, bukan sekadar intuisi atau pengalaman. Dalam bisnis, perusahaan yang berbasis data akan memanfaatkan informasi dari berbagai sumber untuk memahami tren pasar, perilaku pelanggan, dan meningkatkan efisiensi operasional.
Contohnya, e-commerce seperti Tokopedia atau Shopee menggunakan data riwayat belanja pengguna untuk memberikan rekomendasi produk yang relevan. Google juga menggunakan data untuk menyempurnakan hasil pencarian agar lebih sesuai dengan kebutuhan pengguna.
Langkah-Langkah Menjadi Data-Driven
1. Mengumpulkan Data (Data Collection)
Setiap keputusan berbasis data dimulai dengan pengumpulan informasi. Data bisa berasal dari berbagai sumber, seperti:
Contohnya, Gojek dan Grab mengumpulkan data perjalanan, waktu tunggu, dan preferensi pelanggan untuk meningkatkan layanan mereka.
Namun, pengumpulan data harus dilakukan dengan baik. Data yang tidak akurat bisa menyebabkan kesimpulan yang salah. Oleh karena itu, penting untuk menyaring dan memastikan kualitas data yang dikumpulkan.
2. Mengakses Data (Data Access)
Setelah data terkumpul, data harus bisa diakses oleh pihak yang membutuhkannya, tetapi tetap aman. Tantangan dalam akses data antara lain:
Solusi yang banyak digunakan perusahaan adalah data warehouse atau data lake, yang memungkinkan tim untuk mengakses data yang relevan secara cepat dan aman.
3. Pelaporan Data (Reporting)
Data yang sudah dikumpulkan dan diakses harus diolah menjadi laporan yang mudah dipahami. Contohnya:
Alat populer untuk reporting meliputi:
4. Pemberitahuan & Notifikasi (Alerting)
Sistem data-driven yang baik harus memiliki fitur alerting, yaitu pemberitahuan otomatis jika ada sesuatu yang memerlukan perhatian segera. Contohnya:
Dengan alerting, masalah bisa dideteksi dan ditangani lebih cepat.
5. Analisis Data untuk Pengambilan Keputusan
Laporan dan alerting hanyalah awal. Langkah selanjutnya adalah menganalisis data untuk menemukan pola dan tren yang bisa digunakan untuk strategi bisnis. Contohnya:
Metode analisis data yang sering digunakan:
Bagaimana cara mengetahui apakah suatu perusahaan benar-benar data-driven? Berikut beberapa indikatornya:
Beberapa perusahaan yang dikenal sangat data-driven antara lain Amazon, Netflix, dan Facebook.
Tingkatan Kematangan Analitik
Tidak semua organisasi bisa langsung menjadi data-driven secara penuh. Ada beberapa tahapan yang harus dilalui:
Semakin tinggi tingkat kematangan analitik suatu perusahaan, semakin baik mereka dalam mengambil keputusan.
Siap Menjadi Bagian dari Era Data-Driven?
Menjadi individu atau organisasi yang data-driven bukan sekadar memiliki data, tetapi juga tentang bagaimana menggunakannya dengan efektif. Dengan memahami cara mengumpulkan, mengakses, melaporkan, dan menganalisis data, kita bisa membuat keputusan yang lebih akurat dan strategis.
Bagi mahasiswa, memahami konsep data-driven bisa menjadi nilai tambah saat mencari pekerjaan, terutama di bidang analitik, pemasaran digital, dan bisnis. Sementara bagi perusahaan, menerapkan sistem berbasis data bisa meningkatkan efisiensi, produktivitas, dan daya saing.
Jadi, apakah kamu siap untuk menjadi bagian dari era data-driven?
Camp404 memberikan alternatif untuk berkembang dan berinovasi dengan cara yang mudah, cepat dan efektif dalam peningkatan keahlian, rekrutmen tenaga kerja dan pengembangan perangkat lunak. Mari berdiskusi untuk berkembang bersama.
Copyright © Camp404